Top News

Faktor Penyebab Piston Baret

 

Gambar Piston Motor

TERNYATA INI PENYEBAB PISTON MOTOR BARET

    Piston merupakan komponen utama dalam mesin yang mengemban tugas berat, yaitu menghasilkan power yang berasal dari ledakan bahan bakar dengan percikan api dari busi. Tenaga yang di hasilkan pada ruang bakar yang mendorong piston selalu bergerak naik turun selanjutnya diterukan menuju transmisi. Komponen ini menggerakan gear transmisi dengan tujuan kendaraan bisa berpacu sesuai medan atau kecepatan kendaraan.

    Berperan sebagai komponen yang menerima ledakan, membuat piston tentu saja memiliki material yang  baik. Komposisi material yang baik seharusnya piston dapat bertahan lama apabila digunakan setiap hari. Hal ini tidak menjamin demikian, karena meskipun dengan material yang baik piston tidak terbebas masalah dengan kerusakan. Kerusakan terjadi salah satunya piston baret, hingga yang paling parah motor "ngejimp" atau tidak bisa bergerak akibat kehabisan oli.

    Piston baret memiliki pengaruh terhadap performa mesin ketika digunakan antara lain tenaga berkurang, timbul asap dari knalpot akibat oli ikut terbakar dan suara mesin kasar. Pada umunya suara mesin kasar di bagian blok silinder, sebagai tanda bahwa piston sudah tergores atau baret. Lantas faktor apa saja yang menyebabkan piston motor baret ? berikut penjelasannya.

1. Oli Mesin Habis

Gambar Oli Mesin

    Oli mesin sebagai komponen utama melumasi komponen mesin terutama piston dengan kinerja bergerak naik turun akibat ledakan ruang bakar. Ketika oli habis maka dinding ruang bakar atau dinding silinder bisa terluka karena pelumasan bertujuan agar piston naik turun bekerja dapat lancar dan maksimal. Kondisi ini di akibatkan oleh ring oli piston yang tidak terlumasi, menggerus secara langsung dinding karena selalu bersentuhan.

    Oli bergerak dari ruang transmisi menuju ruang bakar dipompa oleh oil pump/pompa oli. Pelumas selanjutnya bergerak menuju ruang bakar melumasi dinding ruang bakar dengan batasan ring oli piston. Dengan perawatan yang teliti melihat volume oli mesin pada stik oli, dapat mengantisipasi terjadinya oli mesin habis. 

    Faktor penting penyebab oli mesin habis dapat terjadi yaitu seal katup in/ex sobek. Seal katup memiliki peran menahan oli yang melumasi katup agar tidak masuk ke ruang bakar. Seal tidak selamanya bagus, ketika sudah berumur pasti akan retak bahkan sobek akibat menahan tekanan dari katup terus-menerus. Faktor ini menyebabkan oli masuk menuju ruang bakar melalui katup dan terbakar di ruang bakar.

    Faktor selanjunya menyebabkan oli mesin habis yaitu katup in/ex aus. Katup memiliki fungsi membuka dan menutup lubang bahan bakar untuk katup IN serta katup ex membuka dan menutup lubang pembuangan hasil pembakaran. Ketika permukaan katup sudah tipis akibat bergesekan dalam menjalankan fungsinya akan menimbulkan celah yang dapat dilalui oli masuk keruang bakar. Hal ini di tandai dengan tenaga ngempos dan timbul asap putih pada kenalpot. 

Baca Juga : Kode Mil Motor Honda dan Mengetahui Indikasi Kerusakan

2. Katup Dan Piston Tabrakan

    Katup masuk dan katup buang memiliki waktu tertentu dalam bekerja agar tidak terjadi tabrakan dengan piston. Apabila penyetelan tidak sesuai waktunya membuka dan menutup, maka akan bertabrakan dengan piston yang mengakibatkan katup dan piston rusak bahkan pecah. Tidak hanya piston dan dinding piston baret tapi mesin bisa ambrol. 

3. Kerak Menempel Ruang Bakar

Gambar Kerak Hitam Penyebab Piston Baret

    Kerak yang menempel pada silinder head/piton biasanya diakibatkan oleh terbakarnya oli menyebakan ada kotoran berupa kerak hitam. Oli mesin yang masuk keruang bakar ketika terlalu banyak maka akan menimbulkan kerak yang menumpuk. Kerak ini yang dapat membahayakan ketika partikel tersebut menempel ruang bakar tergerus oleh piston dan menimbulkan luka pada piston atau silinder. 

4. Modifikasi Motor

    Modifikasi motor dengan menaikan cc atau bore up dapat menimbulkan cedera pada dinding piston. Hal ini dikarenakan dari awal pabrikan sudah menimbang dan penelitian bahan yang digunakan serta kapasitas mesin dalam penggunannya. Jika piston diganti dengan yang lebih besar disertai ukuran silinder di besarkan suatu saat ketika terjadi ketidak tahanan material oleh kapasitas pembakaran  mesin yang meningkat menyebabkan ring kompresi loss atau aus dan dinding ruang bakar akan tergerus.

5. Usia Pemakaian

    Kendaraan memiliki usia pemakain tergantung dengan spesifikasi dan kekuatan material komponen. Ketika sudah berumur akibat pemakain tentu saja komponen utama mesin seperti piston, katup dan ring piston akan lemah dan mengakibatkan kebocoran kompresi hingga kebocoran oli. Hal ini dapat diantisipasi dengan mengganti komponen dengan yang baru.

    Demikian untuk penjelasan dari penyebab mengapa piston bisa mengalami baret dikarenakan faktor teknis maupun non teknis. Semoga bermanfaat jangan lupa untuk selalu cek oli mesin dan perawatan komponen motor agar tetap awet dan performa terjaga.

Tutorial Video : Cara Pasang Ring Oli Dan Ring Kompresi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama