
Pengertian Tespen
Tespen pada umumnya berfungsi untuk mengecek arus kelistrikan pada suatu komponen. Tespen berfungsi mendeteksi ada tidaknya arus yang terdapat pada rangkaian kelistrikan. Komponen ini sangat penting dalam menunjang kinerja mekanik atau teknisi PLN.
Tespen berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 2 yaitu ac (alternating current) & dc (direct current). Tespen ac digunakan untuk mengecek arus ac contohnya listrik rumah, instalasi gedung menggunakan listrik pln, dan yang berhubungan listrik pln. Tespen dc digunakan untuk mengecek arus dc contohnya kelistrikan sepeda motor& mobil, pcb amplifier, rangkaian dengan arus dc.
Kendaraan pada umunya menggunakan daya/arus dc untuk mensuplai komponen elektroniknya mulai kelistrikan body seperti lampu, klakson dan untuk sistem stater kendaraan menggunakan arus dc. Ada saatnya kendaraan seperti motor & mobil mengalami kerusakan pada bagian kelistrikan. Tespen dc dapat menjadi alat yang mudah selain multimeter untuk mengecek letak arus yang terhambat akibat konsleting atau putus.
Fungsi Tespen DC
Alat ini mendeteksi arus dc apakah ada atau tidak dengan menginformasikan kepada pengguna melalui lampu. Pekerjaan lebih mudah saat kondisi rumit dengan perkabelan yang banyak dapat secara ringkas di deteksi arusnya menggunakan alat ini.
BAGIAN - BAGIAN TESPEN DC
Tespen dc terdiri dari komponen :
- Lampu led dc
- Resistor
- Kabel
- Rumah tespen
- Japit buaya
- Pegas pengubung & colokan
Cara menggunakan Tespen DC

Tespen dc memiliki 2 kutub yaitu positif dan negatif. Kutub positif ditandai dengan berbentuk obeng min lancip dengan tujuan untuk mecolokan ke bagian positif paling tersempit dapat tercapai. Kutub negatif berupa japit buaya, agar mudah meletakannya dan tidak bergeser untuk menginput massa (-).
Cara pemasangan kutub negatif :
1. Pasang japit buaya (kutub negatif) menuju aki, dengan tujuan menginput arus min/massa.

2. Jika tidak terjangkau menuju min aki, pasang ke besi rangka yang tidak ada catnya.
3. Kutub positif digunakan untuk mengecek arus listrik dengan menempelkannya ke komponen yang dituju.
Contoh Pengecekan Menggunakan Tespen DC
Posisikan Kunci Kontak ON
a. Cek Sekring
Cara pengecekan sekring/fuse, dengan mengecek kedua terminalnya. Jika salah satu terminal tidak menyala maka sekring putus. Sebaliknya jika keduanya di cek menyala sekring normal.
b. Cek Koil Pengapian
Cara mengecek koil, kutup positif tempelkan menuju lilitan primer atau arus dari CDI menuju koil.
c. Cek Soket Lampu
Lepas soket, lalu cek arus dari sumber menuju lampu untuk mengetahui arus ada tidaknya menuju lampu.
d. Cek Sensor
Untuk mengetahui arus menuju sensor, kamu dapat melepas soket lalu menempelkan kutup positif ke terminal soket sensor tersebut.
Demikian artikel penggunaan tespen dc pada motor, kegunaan tespen ini sangat penting untuk meringkas waktu mengetahui kabel putus atau komponen yang rusak. Dengan alat ini, letak kerusakan dapat diketahui dan penggantian komponen.

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
