Hi sobat... dalam kehidupan sehari-hari kita sering memerlukan suatu alat ukur untuk menunjang pekerjaan atau aktivitas kita. Mengukur benda dari ketebalan, diameter, panjang yang dapat mengukur ketelitian mencapai 0,05 mm. Jangka sorong/Vernier Caliper merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui sampai skala terkecil yaitu 0,05 dan 0,02 mm. Contoh di bidang teknik jangka sorong mengukur diameter blok silinder motor untuk oversize, mengukur ketebalan kampas rem.
Apa sih jangka sorong itu ? Jangka Sorong (Vernier Caliper) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui :
1. Ketebalan suatu benda
2. Diameter suatu benda (Diameter dalam dan diameter luar)
3. Kedalaman suatu permukaan benda
Selain itu, jarak suatu objek baik panjang, lebar dan diameter dengan ukuran 0,02 mm - 150 mm. Benda yang diukur contohnya diameter silinder mesin, diameter kelereng, ketebalan kampas rem, ketebalan buku dan lain sebagainya.
Gambar Jangka Sorong
Bagian - Bagian Jangka Sorong
Dari gambar diatas, bisa dipahami secara ringkas :
1. Rahang Dalam, berfungsi untuk mengukur diameter luar benda kerja bersifat seperti diameter lingkaran atau silinder. Contoh : diameter cincin, pipa.
2. Rahang Luar, berfungsi untuk mengukur benda kerja luas penampang, diameter, dan lebar. Contoh : diameter cincin,pipa.
3. Pengunci (Lock) berfungsi untuk mengunci jangka sorong ketika digunakan untuk mengukur agar hasil pemriksaan.
4. Skala Utama, pengukuran satuan inchi, mm dan cm berfungsi untuk mengetahui skala utama pada benda kerja.
5. Skala Nonius merupakan skala tambahan untuk mengetahui skala pada benda kerja.
6. Tangkai Ukur Kedalaman (Depth Rod) berfungsi untuk mengetahui skala kedalaman suatu benda.
Jenis - Jenis Jangka Sorong
1. Jangka sorong manual
Jangka sorong manual merupakan alat ukur untuk membaca hasil pengukuran menggunakan cara manual. Pada saat pengukuran dengan satuan mm atau inchi hasil dari skala utama + skala nonius. Garis skala utama terletak bagian tengah dengan ukuran maksimal 15 cm atau 150 mm. Kelebihan dari jangka sorong manual, hasil pembacaan lebih akurat.
2. Jangka sorong analog

Jangka sorong diatas merupakan jenis jangka sorong analog, karena dalam pembacaan hasil pengukuran konvensional. Namun skala pembacaanya menggunakan dial berbentuk jarum untuk menunjukan hasil skala nonius. Pada skala utama tetap membaca pada garis skala utama.
3. Jangka sorong digital
Jangka sorong diigital merupakan jenis skala pembacaan sudah menggunakan layar digital yang menempel pada rahang geser. Saat pengukuran maka hasil langsung tertera pada layar digital skala utama dan skala nonius. Pada layar digital terdapat tombol on/off untuk menghidupkan elektroniknya.

Pada bagian layar juga tertera tombol untuk kalibrasi yaitu memposisikan jangka sorong pada nilai nol pada saat rahang tetap dan rahang geser rapat. Penyetelan untuk memilih satuan mm atau inchi dapat dilakukan dengan menekan tombol.
Cara menggunakan jangka sorong
Mengukur Diameter Luar /Ketebalan
1. Letakan benda yg ingin diukur pada rahang luar (biasanya mengukur panjang, lebar tinggi) atau rahang dalam (jika mengukur sulit menggunakan rahang luar contoh mengukur diameter silinder) atau tangkai ukur kedalaman (digunakan untuk mengukur kedalaman).
2. Lalu japit dengan rapat jika menggunakan rahang luar atau rahang dalam
3. Kencangkan baut pengunci rahang agar hasil pengukuran tidak bergeser
4. Lalu baca hasilnya.
Tutorial Vidio : Cara Menggunakan Jangka Sorong Manual
Skala utama: 1,8 cm atau 18 mm (tidak sampai 2 cm karena pada angka 0 skala vernier meMembaca nunjukkan garis ke 8). Jadi skala utama 1,8 cm.Membaca skala vernier: Lihat baik-baik pada skala vernier yang sejajar garis lurus pada angka 3. Jadi 0,3 mm atau 0,03 cm.Hasil akhir 1,8cm+0,03cm = 1,83cm atau 18,3mm
Baca juga : Fungsi, Cara Mengunakan dan Bagian Mikrometer Sekrup
Contoh Soal 1.
Membaca skala utama: 3,1 cm atau 31 mm (tidak sampai 3,2 cm karena pada angka 0 skala vernier menunjukkan garis ke 1 lebih sedikit. Jadi skala utama 3,1 cm.Membaca skala vernier: Lihat baik-baik pada skala vernier yang sejajar garis lurus pada angka 4 tidak lebih dan pas. Jadi 0,4mm atau 0,04cm.Hasil akhir 3,1cm+0,04cm = 3,14cm atau 31,4mm
Soal 2.
Membaca skala utama: 5,3cm atau 53mm (tidak sampai 5,4cm karena pada angka 0 skala vernier menunjukkan garis ke 3 lebih sedikit ). Jadi skala utama 5,3cm.Membaca skala vernier: Lihat baik-baik pada skala vernier yang sejajar garis lurus pada angka sebelum angka 1 . Jadi 0,05mm atau 0,005cm.Hasil akhir 5,3cm + 0,005cm = 5,305 cm atau 53,05 mm



