Contoh Soal Jangka Sorong
Jangka sorong merupakan alat ukur teknik yang digunakan untuk mengetahui lebar suatu benda, diameter dalam dan luar, atau ketebalan.
Jangka sorong dapat mengukur benda hingga ukuran terkecil dengan batas masksimal 0,02 mm. Ketelitian dengan ukuran terkecil dan detail, membantu pengguna untuk membuat suatu proyek dengan presisi.
Jangka sorong digunakan mengukur benda - benda kecil hingga maksimal 15 cm. Jika lebih dari itu digunakan alat ukur yaitu penggaris baja. Pengukuran benda - benda kecil biasanya menggunakan jangka sorong untuk akurasi yang tepat.
Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur diameter luar piston untuk bengkel, mengukur panjang alis pada salon kecantikan, mengukur ketebalan besi untuk eksperimen kimia.
Pada dunia industri, jangka sorong digunakan untuk membantu tim research dan development untuk mengukur menentukan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Perlu di ingat, untuk membaca jangka sorong harus benar untuk mengetahui benda baik dari lebar, diameter, dan panjang presisi.
Rumus membaca skala jangka sorong yaitu skala utama + skala nonius. Jadi penetuan skala utama dan nonius tidak boleh salah.
Tutorial video : Cara Mudah Membaca Jangka Sorong
Berikut 10 contoh soal jangka sorong yang dapat anda pelajari.
1.
Budi mengukur ketebalan besi tipis untuk merakit batrei litium ion di sekolahnya, berapa hasil pengukuran ketebalan menggunakan jangka sorong diatas ?
Pembahasan
- Skala Utama = 0 mm. Pembacaan skala utama 0 mm diperoleh dari garis 0 skala nonius berada sebelum garis angka 1 skala utama.
- Skala Nonius = 0,60 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 6.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 0 mm + 0,60 mm = 0,60 mm
2.

Pembahasan
- Skala Utama = 2 mm. Diperoleh skala utama 2 mm yaitu garis 0 skala nonius berada sebelum garis angka 3 mm skala utama.
- Skala Nonius = 0,40 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 4.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 2 mm + 0,40 mm = 2,40 mm
Baca Juga : 15 Contoh Latihan Soal Mikrometer Sekrup Beserta Pembahasannya
3.

Pembahasan
- Skala Utama = 3 mm. Diperoleh skala utama 3 mm yaitu garis 0 skala nonius berada tepat pada garis angka 3 mm skala utama.
- Skala Nonius = 0 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 0.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 3 mm + 0 mm = 3 mm
4.
Pembahasan
- Skala Utama = 22 mm. Diperoleh skala utama 22 mm yaitu garis 0 skala nonius berada tepat pada garis angka 22 mm skala utama.
- Skala Nonius = 0 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 0.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 22 mm + 0 mm = 22 mm
5.
Pembahasan
- Skala Utama = 4 mm. Diperoleh skala utama 4 mm yaitu garis 0 skala nonius berada tepat pada garis angka 5 mm skala utama sebelum angka 5 mm.
- Skala Nonius = 0,35 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 35.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 4 mm + 0,35 mm = 4,35 mm
6.
Pembahasan
- Skala Utama = 4 mm. Diperoleh skala utama 4 mm yaitu garis 0 skala nonius berada tepat pada garis angka 5 mm skala utama sebelum angka 5 mm.
- Skala Nonius = 0,50 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 5.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 4 mm + 0,50 mm = 4,50 mm
7.
Pembahasan
- Skala Utama = 5 mm. Diperoleh skala utama 5 mm yaitu garis 0 skala nonius berada pada garis angka setelah 5 mm skala utama sebelum angka 6 mm.
- Skala Nonius = 0,95 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 95.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 5 mm + 0,95 mm = 5,95 mm
Baca Juga : Latihan Soal Jangka Sorong Berikutnya
8.
Pembahasan
- Skala Utama = 8 mm. Diperoleh skala utama 8 mm yaitu garis 0 skala nonius berada pada garis angka setelah 8 mm skala utama sebelum angka 9 mm.
- Skala Nonius = 0,60 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 6.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 8 mm + 0,60 mm = 8,60 mm
9.
Pembahasan
- Skala Utama = 10 mm. Diperoleh skala utama 10 mm yaitu garis 0 skala nonius berada pada garis angka setelah 10 mm skala utama sebelum angka 11 mm.
- Skala Nonius = 0,90 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 9.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 10 mm + 0,90 mm = 10,90 mm
10.
Pembahasan
- Skala Utama = 90 mm. Diperoleh skala utama 90 mm yaitu garis 0 skala nonius berada pada garis angka setelah 90 mm skala utama sebelum angka 91 mm.
- Skala Nonius = 0,70 mm. Diperoleh dari garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama yaitu garis angka 7.
Maka hasil akhir = skala utama + skala nonius = 90 mm + 0,70 mm = 90,70 mm
Demikian untuk 10 latihan soal tentang jangka sorong/vernier caliper dapat menjadi refrensi anda untuk belajar.








